Konfigurasi IP Address Debian 10 dan Menambahkan Loopback Adapter

 



IP Address (Internet Protocol Address) adalah nomor biner atau identitas numerik yang yang dipakai disetiap komputer agar komputer tersebut dapat saling berhubungan. IP Address terdiri dari 4 blok angka desimal dimana angka tersebut tidak boleh melebihi nilai 255. Sebenarnya komputer hanya mengirim dan menerima data dalam bentuk kode biner (hanya angka satu dan nol). IP Address yang terdapat dalam komputer juga merupakan sebuah kode biner yang di terjemahkan kedalam angka – angka .

Sebagai Contoh IP Address adalah :192.168.1.3 atau bisa juga dalam bentuk biner adalah : 11000000.10101000.00000001.00000011. IP Address memiliki 2 jenis yaitu IPv4 dan IPv6 . IPv4 atau IP versi 4 adalah IP yang memiliki panjang angka 32 bit sedangkan IPv6 atau IP versi 6 adalah IP yang memiliki panjang angka 128 bit. Terbentuknya IPv6 karna antisipasi dari melonjak nya pengguna internet dari hari ke hari untuk IPv4 bisa menampung host sebanyak 4.294.967.296 sedangkan IPv6 bisa menampung pangkat 4 dari IPv4.

Perangkat loopback (Loopback Adapter) adalah antarmuka jaringan virtual diimplementasikan dalam perangkat lunak saja dan tidak terhubung ke perangkat keras, tetapi yang sepenuhnya terintegrasi ke dalam infrastruktur jaringan internal sistem komputer. Setiap lalu lintas bahwa sebuah program komputer mengirimkan ke antarmuka loopback segera diterima pada interface yang sama.Sejalan dengan itu, Internet Protocol (IP) menetapkan jaringan loopback.

Dalam IPv4 ini adalah jaringan dengan awalan CIDR 127,0 / 8 (RFC 3330). Alamat IP yang paling umum digunakan pada perangkat loopback adalah 127.0.0.1 untuk IPv4, meskipun alamat dalam rentang 127.0.0.1 untuk 127.255.255.254 dipetakan untuk itu. IPv6 menunjuk hanya satu alamat untuk fungsi ini, 0:0:0:0:0:0:0:1 (juga ditulis sebagai :: 1), memiliki :: 1/128 awalan (RFC 3513). , Standar resmi milik, nama domain untuk alamat ini adalah localhost (RFC 2606).


I. TUJUAN :
            1.    Penjelasan tentang IP Address.
            2.    Konfigurasi IP address pada Linux Debian.
            3.    Menambahkan dan Konfigurasi Loopback adapter.

II. ALAT DAN BAHAN
            1.    PC / Laptop
            2.    OS Linux Debian 10
            3.    Charger
            4.    Materi

III. KESELAMATAN KERJA :
            1.    Berdoa sebelum praktek
            2.    Memakai baju praktek
            3.    Membersihkan ruang praktek
            4.    Menggunakan alas karpet.
            5.    Mematuhi peraturan yang ada.
            6.    Mengikuti panduan dari guru pembimbing.
            7.    Berdoa setelah praktek

IV. TEORI PENDUKUNG :

IP Address 
IP Adress merupakan deretan bilangan biner di antara 32 bit hingga 128 bit yang dipakai sebagai media untuk mengidentifikasi untuk setiap perangkat komputer yang terhubung pada jaringan komputer (intranet / internet). Bilangan biner 32 bit dipakai untuk setiap IP Address versi IPv4, sedangkan bilangan biner 128 bit digunakan untuk setiap versi IP Address IPv6.  
IP Address nantinya akan berguna sebagai data identifikasi setiap device (komputer dan perangkat lainnya) yang terhubung ke jaringan komputer yang memanfaatkan internet protocol sebagai media penghubungnya. 
 
Fungsi IP Address 
Setelah mengetahui tentang pengertian IP Address, selanjutnya kami akan menginformasikan beberapa fungsi dasar dari sebuah IP Address, yaitu : 
 
1. Alat Identifikasi Host atau antar muka pada jaringan computer Fungsi IP Address yang pertama adalah sebagai alat identifikasi host ataupun antar muka jaringan komputer. Jika diilustrasikan seperti kehidupan nyata, maka IP Address berfungsi sebagai nama ataupun identitas seseorang. Dalam hal ini, seperti halnya nama, setiap komputer memiliki IP Address yang unik da berbeda antara datu dengan yang lainnya (yang terkoneksi pada satu jaringan komputer).
2. Alamat Lokasi Jaringan Fungsi IP Address yang kedua adalah sebagai penunjuk alamat lokasi jaringan. Jika kita ilustrasikan kembali dalam kehidupan nyata, maka IP address dapat diilustrasikan sebagai penunjukkan alamat rumah tempat tinggal seseorang. IP Address akan menunjukkan lokasi keberadaan sebuah komputer, berasal dari daerah mana, ataupun negara mana. Dalam hal ini, seperti halnya dalam kehidupan nyata, ada rute / jalan yang harus ditempuh agar data yang diinginkan bisa sampai ke komputer yang ingin dituju. 

Jenis IP Address 
1. IPv4 
2. IPv6

IPv4 
Alamat IP versi 4 (sering disebut dengan Alamat IPv4) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 4. Panjang totalnya adalah 32-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 4 miliar host komputer atau lebih tepatnya 4.294.967.296 host di seluruh dunia, jumlah host tersebut didapatkan dari 256 (didapatkan dari 8 bit) dipangkat 4(karena terdapat 4 oktet) sehingga nilai maksimal dari alamt IP versi 4 tersebut adalah 255.255.255.255 dimana nilai dihitung dari nol sehingga nilai nilai host yang dapat ditampung adalah 256x256x256x256=4.294.967.296 host, bila host yang ada di seluruh dunia melebihi kuota tersebut maka dibuatlah IP versi 6 atau IPv6. Contoh alamat IP versi 4 adalah 16.16.16.16. 

Representasi IPv4  
Alamat IP versi 4 umumnya diekspresikan dalam notasi desimal bertitik (dotted-decimal notation), yang dibagi ke dalam empat buah oktet berukuran 8-bit. Dalam beberapa buku referensi, format bentuknya adalah w.x.y.z. Karena setiap oktet berukuran 8-bit, maka nilainya berkisar antara 0 hingga 255 (meskipun begitu, terdapat beberapa pengecualian nilai). 

Alamat IP yang dimiliki oleh sebuah host dapat dibagi dengan menggunakan subnet mask jaringan ke dalam dua buah bagian, yakni

- Network Identifier/NetID atau Network Address (alamat jaringan) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat jaringan di mana host berada. Dalam banyak kasus, sebuah alamat network identifier adalah sama dengan segmen jaringan fisik dengan batasan yang dibuat dan didefinisikan oleh router IP. Meskipun demikian, ada beberapa kasus dimana beberapa jaringan logis terdapat di dalam sebuah segmen jaringan fisik yang sama dengan menggunakan sebuah praktek yang disebut sebagai multinetting. Semua sistem di dalam sebuah jaringan fisik yang sama harus memiliki alamat network identifier yang sama. Network identifier juga harus bersifat unik dalam sebuah Internetwork. Jika semua node di dalam jaringan logis yang sama tidak dikonfigurasikan dengan menggunakan network identifier yang sama, maka terjadilah masalah yang disebut dengan routing error. 
 
- Alamat network identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255. Host Identifier/HostID atau Host address (alamat host) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat host (dapat berupa workstation, server atau sistem lainnya yang berbasis teknologi TCP/IP) di dalam jaringan. Nilai host identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255 dan harus bersifat unik di dalam network identifier/segmen jaringan di mana ia berada.  

Kelas – Kelas IPv4 
Dalam RFC 791, alamat IP versi 4 dibagi ke dalam beberapa kelas, dilihat dari oktet pertamanya, seperti terlihat pada tabel. Sebenarnya yang menjadi pembeda kelas IP versi 4 adalah pola biner yang terdapat dalam oktet pertama (utamanya adalah bit-bit awal/high-order bit), tapi untuk lebih mudah mengingatnya, akan lebih cepat diingat dengan menggunakan representasi desimal.

Kelas Alamat IP

Oktet pertama (desimal)

Oktet pertama (biner)

Digunakan oleh

KELAS A

1 – 126

0xxx xxxx

Alamat unicast untuk jaringan skala besar

KELAS B

128 – 191

10xx xxxx

Alamat unicast untuk jaringan skala menengah hingga skala besar

KELAS C

192 – 223

110x xxxx

Alamat unicast untuk jaringan skala kecil

KELAS D

224 – 239

1110 xxxx

Alamat multicast (bukan alamat unicast)

KELAS E

240 – 255

1111 xxxx

Direservasikan;umum nya digunakan sebagai alamat percobaan (eksperimen); (bukan alamat unicast)

 





















1. Kelas A 
Alamat-alamat kelas A diberikan untuk jaringan skala besar. Nomor urut bit tertinggi di dalam alamat IP kelas A selalu diset dengan nilai 0 (nol). Tujuh bit berikutnya—untuk melengkapi oktet pertama—akan membuat sebuah network identifier. 24 bit sisanya (atau tiga oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Ini mengizinkan kelas A memiliki hingga 126 jaringan, dan 16,777,214 host tiap jaringannya. Alamat dengan oktet awal 127 tidak diizinkan, karena digunakan untuk mekanisme Interprocess Communication (IPC) di dalam mesin yang bersangkutan. 
 
2. Kelas B 
Alamat-alamat kelas B dikhususkan untuk jaringan skala menengah hingga skala besar. Dua bit pertama di dalam oktet pertama alamat IP kelas B selalu diset ke bilangan biner 10. 14 bit berikutnya (untuk melengkapi dua oktet pertama), akan membuat sebuah network identifier. 16 bit sisanya (dua oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Kelas B dapat memiliki 16,384 network, dan 65,534 host untuk setiap network-nya. 
 
3. Kelas C 
Alamat IP kelas C digunakan untuk jaringan berskala kecil. Tiga bit pertama di dalam oktet pertama alamat kelas C selalu diset ke nilai biner 110. 21 bit selanjutnya (untuk melengkapi tiga oktet pertama) akan membentuk sebuah network identifier. 8 bit sisanya (sebagai oktet terakhir) akan merepresentasikan host identifier. Ini memungkinkan pembuatan total 2,097,152 buah network, dan 254 host untuk setiap network-nya. 
 
4. Kelas D
Alamat IP kelas D disediakan hanya untuk alamat-alamat IP multicast, namun berbeda dengan tiga kelas di atas. Empat bit pertama di dalam IP kelas D selalu diset ke bilangan biner 1110. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host. Untuk lebih jelas mengenal alamat ini, lihat pada bagian Alamat Multicast IPv4.

5. Kelas E 
Alamat IP kelas E disediakan sebagai alamat yang bersifat "eksperimental" atau percobaan dan dicadangkan untuk digunakan pada masa depan. Empat bit pertama selalu diset kepada bilangan biner 1111. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host.

Pengertian Network Adapter :
Network Adapter / Adaptor Jaringan adalah Sebuah perangkat keras yang digunakan untuk menghubungkan komputer ke jaringan. Sebuah network adapter bisa berupa kartu PCI ataupun terhubung dengan sebuah komputer secara eksternal melalui USB atau parallel port. Dalam sebuah jaringan komputer, setiap mesin harus memiliki kartu jaringan yang terpasang untuk berkomunikasi dengan router jaringan. Router mengarahkan lalu lintas di jaringan lokal dan juga menangani permintaan yang dibuat ke Internet, dan menanggapi tanggapan berikutnya. Kartu jaringan di setiap mesin harus mendukung protokol yang sama sebagai router jaringan sehingga semua perangkat dapat berkomunikasi dengan bahasa yang sama.

Network Adapter / Adaptor jaringan dibuat untuk sambungan kabel dongle USB kecil yang memiliki port Ethernet. Ethernet kabel menghubungkan komputer dalam jaringan kabel, dengan RJ45 Ethernet port RJ11 menyerupai standar jack telepon pada steroid. Adaptor dibuat dengan disertai perangkat lunak, dan sistem operasi akan mengenali driver adapter jaringan USB dan menerapkan driver yang tepat setelah perangkat terdeteksi.

Pengertian Loopback Adapter
Loopback Adapter merupakan interface virtual pada komputer. Karena interface ini virtual maka kita tidak dapat melihat bentuk fisiknya. Tidak seperti NIC Card yang memang merupakan hardware pada komputer dan bisa kita lihat secara fisik.

Pada Unix-seperti sistem, antarmuka loopback biasanya memiliki lo nama perangkat atau lo0.Sebuah antarmuka loopback memiliki beberapa kegunaan. Ini dapat digunakan oleh perangkat lunak jaringan klien pada komputer untuk berkomunikasi dengan perangkat lunak server pada komputer yang sama, yaitu pada komputer yang menjalankan server web, menunjuk browser web ke http://127.0.0.1/ URL atau http://localhost / akan mengakses situs web sendiri yang komputer. Ini bekerja tanpa sambungan jaringan yang nyata-sehingga sangat berguna untuk menguji layanan tanpa mengekspos mereka untuk risiko keamanan dari akses jaringan remote. Demikian pula, ping interface loopback adalah tes dasar fungsi stack IP dalam sistem operasi.

Fungsi Loopback Adapter
Salah satu fungsi dari loopback adapter adalah menghubungkan host virtual dengan host asli (komputer/laptop). Contoh penggunaan loopback adapter adalah untuk menghubungkan router virtual yang dipasang di GNS3 ke internet. Atau untuk menghubungkan mikrotik di GNS3 agar bisa diremot menggunakan winbox.


V. LANGKAH KERJA :
1. Siapkan alat dan bahan terlebih dahulu, lalu buka Debian 10  yang sudah terinstall di VirtualBox. Kemudian klik “start”.
2. Masuk ke root di Debian. Kemudian ketik nano /etc/network/interfaces lalu ENTER.



3. Tambahkan seperti di bawah ini.
#The primary network interface
Auto enp0s3
Allow-hotplug enp0s3
Iface enp0s3 inet static
Address 192.168.126.1/24

Kemudian tekan Ctrl X lalu Y dan ENTER



4.    Restart network dengan memasukkan perintah “/etc/init.d/networking restart”



5. Untuk mengecek, apakah ip nya sudah tersetting atau belum, kita bisa menggunakan perintah ip a lalu ENTER. Jika sudah tersetting maka tampilannya seperti di bawah ini. Enp0s3 tersetting dengan ip 192.168.25.1



6. Kemudian kita tambahkan Loopback Adapter yang ada pada Windows. Buka “Control Panel” lalu “Device Manager”. 



7. Di sub menu pilih “Action” klik kanan dan klik “Add legacy hardware”.



8. Di “Add Hardware” klik “Next”



9. Pilih “Install the hardware that I manually select from a list (Advanced)



10. Pilih  “Network Adapter” dan “Next”.



11. Di “Manufacturer” pilih “Microsoft” dan di “Model” pilih “Microsoft KM-TEST Loopback Adapter”. Jika sudah klik “Next”.



12. Klik “Next” untuk melanjutkan install. 



13. Kemudian proses instalasi dimulai. Tunggu sebentar.,Jika sudah klik “finish”.



14. Kita kembali lagi VirtualBox untuk mensetting “Adapter”nya. Buka jendela VirtualBox yang masih aktif. Buka menu “Setting” diatas. Pastikan kursornya aktif di “Reza Henry Debian 10”.



15. Langsung saja ke pengaturan “Network”. Pada “Adapter 1” di kolom “Attached to” pilih “Bridged Adapter”, dan di kolom “Name” pilih “Microsoft KM-TEST Loopback Adapter”. 



16. Jika sudah kita kembali ke menu  Pengaturan pada Windows.Kemudian pilih "Network & Internet". 



17. Pilih "Ethernet 4" kemudian klik kanan "Properties".



18. Pilih “properties”. 



19. Pilih “IPv4” dan klik “Properties”.



20. Kita setting IP loopbacknya Laptop dengan 192.168.25.1 dan SM nya langsung mengikuti. Disamakan jaringannya dengan enp0s3 milik Debiannya. Dan sebelumnya, ganti menjadi “Use the following IP address”. Jika sudah klik “OK” dan “close”.



21. Kemudian kita coba ping dari cmd ke debian. 
Enp0s3 : 192.168.25.1



Hasilnya seperti di bawah ini:
22. Kita balik ping dari debian ke cmd. 
Loopback : 192.168.25.2
 



VI. KESIMPULAN :
IP Adress merupakan deretan bilangan biner di antara 32 bit hingga 128 bit yang dipakai sebagai media untuk mengidentifikasi untuk setiap perangkat komputer yang terhubung pada jaringan komputer (intranet / internet). Bilangan biner 32 bit dipakai untuk setiap IP Address versi IPv4, sedangkan bilangan biner 128 bit digunakan untuk setiap versi IP Address IPv6. 

IP Address nantinya akan berguna sebagai data identifikasi setiap device (komputer dan perangkat lainnya) yang terhubung ke jaringan komputer yang memanfaatkan internet protocol sebagai media penghubungnya. 
 
Pada penjelasan kali ini dapat disimpulkan bahwa IP sebagai identitas sebuah device saat terhubung dalam jaringan . Demikianlah laporan yang kami buat ini, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan para pembaca. Kami mohon maaf apabila ada kesalahan ejaan dalam penulisan kata dan kalimat yang kurang jelas, dimengerti, dan lugas.Karena kami hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan Dan kami juga sangat mengharapkan saran dan kritik dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Sekian penutup dari kami semoga dapat diterima di hati dan kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya




#REZA HENRY-SMKN 1 KEDIRI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat Server Repository Debian 10